Aksi kepedulian terhadap lingkungan perkotaan kini semakin marak dilakukan melalui gerakan-gerakan kreatif yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara swadaya. Melalui agenda Sahabat Kebun, para relawan mulai menyusun strategi untuk melakukan penanaman di area-area publik yang tidak terawat guna meningkatkan kualitas udara dan estetika kota. Fokus utama dalam kegiatan ini adalah melakukan persiapan guerilla gardening dengan memilih jenis tanaman yang memiliki daya tahan tinggi dan kebutuhan perawatan yang minim. Selain aksi menanam, komunitas ini juga sangat menghargai nilai-nilai kebersamaan dan rasa syukur atas hasil yang didapatkan, sebagaimana tercermin dalam kegiatan berbagi hasil bumi yang rutin dilakukan setiap musim panen tiba. Dengan misi menghijaukan lahan kosong, diharapkan tercipta kesadaran kolektif bahwa setiap jengkal tanah di perkotaan memiliki potensi untuk menjadi sumber kehidupan yang bermanfaat bagi ekosistem sekitar.
Gerakan guerilla gardening atau berkebun gerilya merupakan bentuk aktivisme lingkungan di mana individu atau kelompok menanam tanaman di lahan yang secara teknis bukan milik mereka, namun terbengkalai dan penuh semak belukar. Persiapan guerilla gardening dimulai dari pemilihan “bom benih” atau seed bombs yang terdiri dari campuran tanah lempung, kompos, dan benih tanaman lokal. Metode ini memungkinkan para relawan untuk menyebarkan benih secara cepat di area yang sulit dijangkau. Sahabat Kebun menekankan bahwa pemilihan tanaman harus disesuaikan dengan kondisi setempat; tanaman seperti bunga matahari, kacang-kacangan, atau tanaman hias tahan banting menjadi pilihan utama karena kemampuannya untuk tumbuh meski tanpa penyiraman rutin.
Selain pemilihan benih, aspek waktu pelaksanaan juga menjadi faktor krusial dalam keberhasilan aksi ini. Relawan biasanya melakukan penanaman saat menjelang musim hujan agar benih mendapatkan pasokan air alami yang cukup untuk mulai berkecambah. Strategi ini meminimalisir kegagalan akibat kekeringan di fase awal pertumbuhan. Sahabat Kebun juga membekali anggotanya dengan pengetahuan mengenai jenis tanah di perkotaan yang seringkali mengandung banyak puing bangunan atau limbah. Oleh karena itu, penambahan sedikit kompos pada titik tanam sangat dianjurkan untuk memberikan nutrisi awal bagi bibit yang baru tumbuh.
