Membuat POC batang pisang (Pupuk Organik Cair) merupakan solusi cerdas memanfaatkan limbah pertanian menjadi pupuk kaya kalium alami. Batang pisang bekas panen mengandung air dan hara mikro serta makro yang sangat baik untuk merangsang pembungaan dan pembuahan tanaman. Pemanfaatan limbah tanaman ini sejalan dengan pengolahan limbah produk pertanian lain seperti sisa ekstraksi umbi porang sebagai campuran bernilai hara. POC cair ini memperkuat pembentukan buah agar tidak mudah rontok.
Proses pembuatan diawali dengan mencacah bagian dalam (bagian putih) batang pohon pisang hingga menjadi potongan kecil-kecil. Cacahan lembut bertujuan memperluas permukaan bahan agar mempercepat reaksi penguraian oleh mikroba selama proses fermentasi. Wadah tong plastik disiapkan sebagai tempat fermentasi kedap udara.
Bahan cacahan batang pisang dimasukkan ke dalam tong lalu ditambahkan larutan gula merah atau molase sebagai sumber energi mikroba. Dekomposer cair seperti EM4 pertanian dilarutkan dalam air bersih kemudian disiramkan merata ke dalam campuran cacahan batang pisang. Campuran diaduk rata lalu ditutup rapat.
Tong fermentasi dilengkapi dengan selang air vent pengeluar gas yang dihubungkan ke botol berisi air bersih. Sistem penutup wadah anaerobik ini memungkinkan gas karbon dioksida keluar tanpa adanya udara luar yang masuk ke dalam wadah. Proses pemeraman fermentasi dibiarkan berlangsung selama 14 hari.
Setelah dua minggu, cairan POC yang beraroma segar khas fermentasi disaring untuk memisahkan ampas padatnya dari cairan pupuk murni. Ampas sisa fermentasi dapat dimanfaatkan sebagai campuran komposter tanah biasa. Cairan POC batang pisang dimasukkan ke dalam botol pekat untuk penyimpanan.
Pengaplikasian POC batang pisang dilakukan dengan mengencerkan cairan bersama air bersih sebelum dikocorkan ke akar atau disemprot ke daun. Kandungan kalium alami yang tinggi mendukung fase pembentukan buah dan bunga secara maksimal. Pupuk buatan sendiri ini sangat hemat biaya dan efisien.
