Industri pengolahan tepung glukomanan dari umbi porang menghasilkan limbah padat ampas sisa ekstraksi dalam jumlah sangat besar yang memerlukan penanganan lingkungan secara tepat. Ampas basah sisa pabrik jika dibiarkan menumpuk begitu saja tanpa pengolahan lanjutan akan menimbulkan bau tidak sedap serta mencemari sumber air tanah warga sekitar. Para peneliti pangan berhasil menemukan formula pengolahan limbah tersebut menjadi bahan baku pakan ternak bernutrisi.
Proses fermentasi ampas porang menggunakan mikroorganisme menguntungkan terbukti mampu meredam kandungan zat kalsium oksalat penyebab rasa gatal di kulit hewan ternak ruminansia. larutan garam alami juga sering digunakan dalam metode tradisional untuk membersihkan getah gatal sebelum umbi diolah menjadi keripik siap iris. Pemanfaatan limbah secara optimal mendukung konsep pertanian berkelanjutan tanpa sisa buangan.
Peternak sapi potong di sekitar pabrik pengolahan porang menyambut antusias ketersediaan pakan konsentrat murah berbahan dasar ampas porang fermentasi yang terbukti meningkatkan nafsu makan ternak. Kandungan serat kasar dan nutrisi penting di dalam ampas porang sangat baik untuk pertumbuhan bobot badan sapi secara cepat dan sehat. Efisiensi biaya pakan harian tercapai.
Kolaborasi antara pabrik pengolahan umbi porang dan kelompok peternak lokal menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak pelaku usaha pedesaan. Limbah produksi yang tadinya menjadi masalah lingkungan kini berubah menjadi sumber pendapatan tambahan bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat sekitar pabrik. Kebersihan lingkungan pabrik pun terjaga.
Dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan dalam memfasilitasi perizinan serta pelatihan teknis pembuatan pakan ternak fermentasi bagi kelompok masyarakat pengelola limbah industri pertanian. Standarisasi kualitas produk pakan olahan harus dijaga ketat agar aman dikonsumsi oleh berbagai jenis hewan ternak peliharaan warga. Kesehatan hewan terjamin optimal.
Pengelolaan limbah agroindustri berbasis konsep nol emisi merupakan langkah maju dunia pertanian modern dalam menjaga kelestarian ekosistem bumi dari pencemaran sampah organik pabrik. Pemanfaatan sisa produksi porang menjadi pakan ternak membuktikan bahwa inovasi teknologi mampu menyelesaikan persoalan lingkungan secara tuntas dan produktif.
