Bulan Ramadan sering kali diidentikkan dengan aksi berbagi makanan, pakaian, atau santunan uang kepada mereka yang membutuhkan. Namun, komunitas Sahabat Kebun mengusung konsep berbagi yang sedikit berbeda namun memiliki dampak jangka panjang yang luar biasa bagi keberlangsungan hidup manusia. Melalui gerakan Sedekah Oksigen, mereka mengajak masyarakat untuk tidak hanya fokus pada kesalehan ritual, tetapi juga kesalehan lingkungan. Menanam pohon di bulan suci dianggap sebagai salah satu bentuk amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir selama pohon tersebut masih berdiri tegak dan memberikan manfaat bagi makhluk hidup di sekitarnya.
Aksi nyata untuk jaga hutan ini dilakukan dengan melakukan penghijauan di area-area gundul dan sabuk hijau perkotaan. Di bulan yang penuh berkah ini, setiap bibit yang ditanam merupakan investasi masa depan untuk melawan pemanasan global. Hutan yang lestari adalah paru-paru dunia yang menyediakan udara bersih secara gratis bagi jutaan manusia. Dengan menyumbangkan tenaga atau dana untuk penanaman pohon, kita sebenarnya sedang memberikan hadiah berupa napas kehidupan bagi generasi mendatang. Kesadaran akan pentingnya ekosistem ini merupakan perwujudan dari rasa syukur atas nikmat alam yang sering kali kita lupakan di tengah kesibukan duniawi.
Melaksanakan kegiatan fisik di tengah Ramadan memang memiliki tantangan tersendiri. Namun, bagi para relawan, rasa lelah saat menanam pohon justru menjadi pengingat akan perjuangan menjaga amanah Sang Pencipta dalam merawat bumi. Kegiatan menanam dilakukan pada waktu-waktu yang teduh agar energi tetap terjaga. Pohon-pohon yang dipilih umumnya adalah jenis tanaman kayu keras atau tanaman buah yang memiliki daya serap karbon tinggi. Selain menghasilkan oksigen, pohon-pohon ini nantinya juga akan berfungsi sebagai penyimpan cadangan air tanah yang sangat krusial saat musim kemarau tiba di masa depan.
Konsep sedekah yang inovatif ini mulai mendapatkan perhatian luas dari kalangan milenial dan gen Z yang peduli pada isu perubahan iklim. Mereka melihat bahwa menjaga lingkungan adalah bagian integral dari keimanan. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, tercipta rasa memiliki terhadap pohon-pohon yang telah ditanam. Edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan juga diberikan secara intensif melalui platform digital, sehingga pesan kebaikan ini dapat tersebar lebih cepat melampaui batas geografis. Setiap orang bisa berkontribusi, mulai dari menanam di pekarangan rumah hingga ikut serta dalam proyek reboisasi skala besar.
